Strategi Yang Tepat Untuk Bisnis Jual Ayam Potong

Ingin memulai bisnis sendiri tapi bingung memilih jenis usaha yang tepat? Mengapa Anda tidak mencoba membuka usaha jual ayam potong saja? Bisnis jualan ayam potong ini termasuk sangat berpeluang. Permintaan di pasar akan ayam potong selalu stabil. Bahkan meningkat pada momen tertentu seperti peringatan hari besar.

Hanya saja, pelaku usaha jual ayam potong sekarang ini lumayan banyak. Untuk tetap mendapatkan pelanggan yang potensial, Anda harus mulai memikirkan strategi bisnis yang tepat. Dengan begitu, penjualan bisa meningkat dan memaksimalkan keuntungan.

Berikut strategi bisnis yang tepat untuk usaha ayam potong.

●       Ketahui Dengan Baik Kisaran Harga Ayam Potong di Pasaran

Ketika memutuskan untuk memulai bisnis jual ayam potong, Anda hendaknya harus mengetahui dulu kisaran harga di pasaran. Pada umumnya, ayam potong akan dipasarkan ke pengepul, retail, hotel, hingga restoran.

Sebelum memutuskan setuju untuk memasarkan ke kalangan tersebut, Anda harus melakukan riset dulu. Jadi bisa tahu harga pasaran ayam potong itu berapa pada masa tersebut. Pasalnya, harga ayam potong cenderung berubah-ubah. Mengetahui harga pasar ayam potong akan mencegah kerugian. Adan pun tidak akan terus ditekan oleh para pengepul terus menerus.

Lalu bagaimana cara mengetahui harga pasaran ayam potong? Misalnya dengan bergabung pada kelompok atau komunitas ternak di wilayah Anda. Beberapa media sosial biasanya memberikan wadah pada kelompok penjual ayam potong. Anda bisa mengetahui informasi harga terkini ayam potong di sana.

●       Membangun Hubungan Baik dengan Para Pelaku Usaha

Strategi membangun bisnis jual ayam potong berikutnya adalah selalu membina hubungan baik dengan para pelaku usaha. Tentu saja pelaku usaha yang berkaitan dengan bisnis ayam potong seperti para pengepul, pebisnis kuliner, dan lainnya.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menjalin relasi dengan pelaku usaha dengan latar belakang bisnis yang berbeda. Contohnya seperti pemilik akomodasi yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan bisnis jual ayam potong. Hal tersebut berguna supaya Anda lebih mudah untuk memasarkan produk yang dihasilkan.

Membangun hubungan baik juga membuka peluang besar bagi Anda untuk diberikan penawaran khusus. Akan lebih baik jika mendapatkan harga lebih murah bukan? Jadi keuntungan bisa dimaksimalkan.

●       Melakukan Pemasaran Langsung ke Tempat Usaha

Pemasaran melalui tangan pertama pastinya bisa memberikan keuntungan lebih bagi Anda. Pasalnya, harga jual bisa lebih tinggi daripada harus melalui pengepul dulu. Anda bisa langsung membawa sampel ayam sesuai permintaan konsumen. Sebab, setiap bisnis atau konsumen selalu memiliki standar sendiri soal kualitas ayam potong yang diinginkan.

Perlu juga diingat, walaupun Anda disarankan untuk membina hubungan baik dengan pelaku usaha atau konsumen, tetap harus tegas. Khususnya dalam memberikan aturan pembayaran setiap pembelian. Mau pakai aturan cash atau cicilan selama periode tertentu. Hal ini akan menghindarkan Anda dari resiko kerugian.

●       Menggunakan Sistem Eceran

Supaya lebih banyak menjangkau pembeli, jangan ragu untuk menggunakan sistem eceran. Apalagi bisnis katering rumahan atau konsumen rumah tangga biasanya hanya mau membeli dalam partai kecil.

Selain itu, upayakan untuk melayani keinginan ibu-ibu yang biasanya suka membeli ayam potong hanya bagian tertentu saja contohnya dada, sayap, dan lainnya. Jangan salah, penjualan sistem eceran ini harganya lebih mahal daripada beli ayam utuh.

●       Pilih Supplier Ayam Potong yang Tepat

Paling penting adalah Anda harus mencari supplier ayam potong yang tepat. Khususnya bagi Anda yang tidak ingin ternak ayam sendiri karena dianggap terlalu ribet.

Strategi bisnis jual ayam potong yang satu ini sangat penting. Anda bisa memilih Sayurbox sebagai tempat membeli ayam potong terbaik. Kualitas ayam potong terjamin dan banyak penawaran menarik untuk Anda. Yuk, kunjungi link https://www.sayurbox.com/category/anekaayam-1-9a7726d0/sub-category/anekaayam-ayampotong-1-e991f1aa

Terima kasih.