pertumbuhan perajin batik di Kota Jayapura

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, Robert L.N Awi, mengatakan pihaknya terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan perajin batik. Hal itu di ungkapnya usai menghadiri bimbingan teknis Wub IKM batik berbasis kompetensi pembuatan kain batik cap dan pewarnaan batik dari 19-23 September 2022 di Hotel Front One Beatique Jayapura.

Dikatakannya, dengan kompetensi tersebut para perajin batik mampu mengembangkan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memiliki daya saing. Sejak 2020 kami bina dan setiap tahun kami memprogramkan keperluan mereka agar termotivasi dalam berusaha.

pertumbuhan perajin batik di Kota Jayapura

Di katakannya, ada enam kelompok(satu kelompok 10 orang) IKM batik baik cap dan tulis, yang terus dikembangkan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan. Terkait bimbingan teknis Wub IKM batik berbasis kompetensi pembuatan kain batik cap dan pewarnaan batik, di katakannya, setelah menerima pelatihan bisa di kembangkan di tempat masing-masing.

“Hasil pelatihan ini terus di pertahankan kemampuan dalam membuat batik sehingga memajukan perajin dan usaha batik di Kota Jayapura. Produknya sudah di jual di pasar. Robert Awi menambahkan selain pelatihan kelompok IKM batik untuk pertama kalinya menerima bantuan peralatan dan bahan batik semuanya dibiayai dari Kementerian Perindustrian dan sertifikat. “Kerja sama dari Papua Muda Inspiratif dan Kementerian dan Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik serta Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura

5 Ciri Khas Ragam Hias batik  Papua

Ciri khas ragam hias Papua cukup beragam. Biasanya, motif tersebut di aplikasikan pada kerajinan batik. Bahkan, makna yang terkandung di balik motif tersebut sangat menggambarkan semangat hingga keberanian orang asli Papua. Motif yang di aplikasikan memiliki ciri khas warna yang cerah dan pola asimetris. Dengan pemilihan manusia dan hewan sebagai gambarnya. Berikut deretan lima ragam hias Papua yang berhasil di himpun mengutip data Kementerian Pendidikan kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek),

1. Motif Cenderawasih

Motif cenderawasih kerap di hiasi gambar Burung Cenderawasih sebagai fauna khas Papua. corak batik ini biasanya di aplikasikan di atas warna latar belakang yang beragam, seperti biru, merah, hingga hitam. Tak hanya kekayaan dan keindahan, motif ini juga di yakini menggambarkan keanggunan alam dan fauna Papua.

2. Motif Asmat

Motif Asmat menjadi salah satu ragam hias Papua yang menjadi ciri khas Bumi Mutiara Hitam. Gambar dalam motif itu biasanya bermakna patung ukir yang menjadi salah satu kerajinan khas Suku Asmat. Kerajinan itu terbuat dari kayu keras agar hasilnya kuat dan kokoh. Biasanya patung ukir Asmat terbuat dari kayu bakau.

3. Motif Kamoro

Motif Kamoro memiliki ciri khas dengan gambar ukiran kayu abstrak yang di aplikasikan di atas kain berwarna kuning. Makna dari ragam hias Papua itu di yakini menggambarkan kreativitas, semangat, dan keberanian penduduk asli Papua.

4. Motif Tifa Honai

Seperti namanya, motif Tifa Honai bergambar rumah khas masyarakat adat Papua. Maknanya di sebut menunjukkan rumah adat Papua yang penuh kebahagiaan.

5. Motif Prada

Motif Prada menjadi salah satu ragam hias Papua yang menarik. Pasalnya, warna yang di hasilkan oleh batik tersebut terlihat kontras dengan paduan kain hitam dan motif berwarna emas. Berdasarkan catatan Kemdikbudristek, motif tersebut menggambarkan emas sebagai kekayaan alam nomor satu di Papua. Seperti tambang emas yang melimpah di Gunung Grasberg.