Penembakan Pekerja Jalan Trans Papua

Penembakan Pekerja Jalan Trans Papua : Seorang juru masak bernama Reva (28) yang ikut dalam rombongan pekerja jalan Trans Papua Barat masih belum di temukan hingga hari ini. Jumlah rombongan di ketahui sebanyak 14 orang. Polisi menyebut penyerangan ini di lakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Polisi Adam Erwindi

mengatakan kejadian penembakan dan pembantaian pekerja jalan Trans Papua Barat itu terjadi di satu lokasi yang sama dalam satu peristiwa. Berdasarkan keterangan para korban, saat itu karyawan pekerja proyek beriringan sebanyak 14 orang menggunakan 2 ekskavator dan 3 truk menuju lokasi pekerjaan. Tepat di wilayah Kampung Mejnik, salah satu karyawan mendengar suara tembakan.

Setelah melihat itu, semua karyawan lalu ikut berlari menyelamatkan diri. Empat korban yang tewas tidak bisa menyelamatkan diri dari sergapan dan kemudian di sebut dibantai di lokasi kejadian. Kemudian tiga karyawan berlari ke arah sungai Majnik, lalu enam orang lainnya termasuk korban yang tertembak di lengan, berlari ke arah Pos Yonif 136 yang berada di Kampung Mayerga. Dan satu orang lainnya yakni juru masak masih belum di ketahui nasibnya.

“Kejadiannya jelang sore hari.

6 Korban yang berlari ke Kampung Mayerga baru tiba di Pos Yonif sekira 18.30 WIT. Sedangkan 3 orang yang melarikan diri ke sungai, berhasil sampai ke perkampungan Majnik. Dari situ, mereka di antar warga kampung ke Pos Yonif.

Adam mengatakan tim langsung melakukan evakuasi dan menjemput para korban selamat yang berada di Pos Yonif, sedangkan tim lainnya melakukan evakuasi terhadap empat korban yang di bantai setelah tidak bisa melarikan diri dari penghadangan kelompok kriminal bersenjata itu.

“Di TKP pembantaian itu.

dua jasad ikut terbakar kendaraan sedangkan dua jasad lainnya terpisah dari kendaraan yang di bakar,” kata Adam. Saat ini, empat jasad itu dalam perjalanan dari Bintuni ke Manokwari. Perkiraan sore ini tiba di Manokwari. Selanjutnya akan disemayamkan di Rumah Sakit Provinsi sebelum di pulangkan ke kampung halaman.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Yohanis Momot menyebut empat pekerja jalan yang tewas di bunuh itu merupakan karyawan CV Doreri Permai. Momot mengatakan ia diperintah Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw untuk berangkat ke Kabupaten Teluk Bintuni guna mengikuti proses evakuasi para korban.

Atas perintah Gubernur Papua Barat

saya langsung ke Bintuni untuk ikut membantu evakuasi para korban. Para korban merupakan pekerja CV Doreri Permai. Pekerjaan jalan itu ditangani oleh Dinas PUPR Papua Barat,” jelas Momot. Adapun hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan proses identifikasi jenazah para korban pembunuhan yang di duga di lakukan oleh KKB itu.

Polisi mengungkapkan kronologi lengkap kejadian penembakan dan pembantaian

yang di klaim dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap pekerja jalan di Kampung Majnik, Moskona Barat, Teluk Bintuni, Papua Barat. Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Polisi Adam Erwindi mengatakan kejadian penembakan dan pembantaian pekerja jalan Trans Papua Barat itu terjadi di satu lokasi yang sama dalam satu peristiwa.

4 Jenazah Korban Pembantaian OPM di Papua Di evakuasi

Empat Jenazah korban pembantaian Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Kampung Mejnik, Di strik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat berhasil di evakuasi tim gabungan TNI dan Polri. Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Polisi Adam Erwindi mengatakan evakuasi dilakukan lewat jalur darat.

“Evakuasi melalui Jalur darat, perjalanan sekitar 4 jam, dan saat ini di laporkan masih dalam perjalanan menuju kota Bintuni, Selain itu, tim juga mengevakuasi 9 korban selamat. Satu di antaranya mengalami luka tembak pada bagian lengan kanan .

“Totalnya 13 orang yang di evakuasi. Kondisi hidup 9 orang, kondisi meninggal dunia 4 orang. Saat penyerangan terjadi, mereka melarikan diri secara terpisah.

Berikut identitas 4 korban meninggal dunia.

1. Abas 52 tahun
2. Yafet, operator Heksa, 50 tahun
3. Darmin, supir truk, 46 tahun
4. Armin, supir truk, 43 tahun

Korban selamat yang menyelamatkan diri ke POS Yonif.

1. Kusnadi 30 tahun
2. Remon Ulimpa 26 tahun
3. Irson 42 tahun
4. Agung 18 tahun
5. Muksin Rambe 49 tahun
6. Ruslan alias Culang 33 tahun terkena tembakan di lengan atas sebelah kanan tinggal di Pinrang

Korban selamat 3 orang yang menyelamatkan diri ke sungai Majnik.

7. Sitinjak 25 tahun
8. Om Kumis 55 tahun
9. Halim 20 tahun

Selain mengevakuasi korban, tim juga melakukan pengejaran terhadap kelompok pimpinan Arnoldus Kocu. Termasuk mencari keberadaan seorang perempuan yang masih belum di ketahui keberadaannya