Lima Kapal Patroli Ditempatkan di Papua Barat

Lima Kapal Patroli Ditempatkan : Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan 5 (lima) unit. kapal negara patroli untuk memperkuat armada di wilayah timur Indonesia di Pelabuhan Sorong. Papua Barat. Kapal negara patroli tersebut di resmikan secara simbolis oleh Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Capt. Mugen S. Sartoto mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut.

Keberadaan kapal negara patroli yang di tempatkan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) sangat penting dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi penjagaan laut dan pantai. Kata Capt. Mugen. Ia menjelaskan, kelima kapal negara patroli ini yakni KNP. 379 yang di tempatkan di KSOP Kelas I Sorong, KNP. 4005 di tempatkan di KSOP Kelas III Biak, KN. 5260 di tempatkan di UPP Kelas III Teminabuan, KN. 5263 di tempatkan di UPP Kelas III Korido, dan KN. 5261 di tempatkan di UPP Kelas III Bade.

Dia menuturkan kapal-kapal ini akan di manfaatkan untuk menegakkan aturan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan pencemaran. Serta membantu pencarian dan penyelamatan jika terjadi kecelakaan pelayaran di wilayah kerja masing-masing. Menurutnya. Pelaksanaan fungsi penjagaan dan penegakan peraturan perundang-undangan di laut dan di pantai merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

“Untuk melaksanakan fungsi di maksud perlu di dukung oleh prasarana berupa Pangkalan Armada Penjagaan Laut dan Pantai yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia serta tersedianya kapal patroli dan SDM yang mumpuni dan profesional dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran.

Terkait dengan kondisi tersebut.

Kemenhub terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana termasuk dengan membangun armada kapal negara patroli. Dengan bertambahnya unit kapal negara patroli di harapkan dapat semakin memperkuat armada kapal patroli yang sudah ada dalam menciptakan keselamatan pelayaran. Juga menjaga laut Indonesia dari segala bentuk gangguan dan ancaman serta mencegah dan menangani kerusakan lingkungan laut.

 Mugen juga meminta kepada seluruh jajaran UPT yang memiliki aset kapal negara. Agar dapat mengoperasikan. Merawat dan memelihara kapal-kapal tersebut dengan baik karena kapal ini di bangun menggunakan dana APBN. Pada rangkaian acara tersebut di lakukan juga Pengukuhan Anak Buah Kapal (ABK). Kapal Negara Patroli sebanyak 95 orang ABK yang berasal dari 11 UPT Ditjen Perhubungan Laut Wilayah Papua dan Papua Barat.

Ia berpesan kepada seluruh ABK Kapal Negara Patroli agar selalu melaksanakan tugas dengan penuh integritas dan profesional.

“Selain sebagai penjaga keamanan dan keselamatan pelayaran. ABK Kapal Negara Patroli adalah garda terdepan yang mengemban tugas law enforcement atau penegakan hukum untuk kepentingan keselamatan pelayaran. Kepala Kantor KSOP Kelas I Sorong Jece Julita Piris mengungkapkan bahwa kegiatan peresmian ini merupakan tindak lanjut penerimaan aset sesuai Berita Acara Serah Terima Aset Kelima Kapal Negara Patroli kepada masing-masing UPT penerima.

Pada kesempatan ini kami juga membagikan 50 unit Life Jacket kepada para Nelayan di Pulau Doom dan 50 unit Life Jacket untuk Nelayan di Pulau Raam sebagai bentuk dukungan kami terhadap penegakan aturan keselamatan pelayaran. Saat ini jumlah Kapal Negara Patroli sebanyak 374 unit. Di mana pada tahun 2019 – 2022 telah dibangun 16 unit Kapal Negara Patroli dan 5 di antaranya di tempatkan di UPT wilayah Papua dan Papua Barat.

Penempatan 5 (lima) unit kapal negara patroli tersebut

di wilayah Papua dan Papua Barat merupakan bukti keseriusan Kementerian Perhubungan untuk menciptakan keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah Timur Indonesia. Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Sorong. Komandan Lantamal XIV Sorong, Dan Pasmar III Sorong.

 Komandan Yon Marharlan XIV Sorong. General Manager PT. Pelindo Cabang Sorong. Para Kepala Kantor UPT Ditjen Perhubungan Laut di wilayah Papua Barat dan Papua .Perwakilan instansi Pemerintahan dan stakeholder di wilayah Sorong.